Bila kita menyukai sebuah bidang, tentu ada elemen tertentu dari bidang itu yang kita suka. Seperti novel, tidak serta merta novel yang ku baca membekas di hati. There some which not my cup of tea. Pun semua orang begitu. Jadi ingin ku tuliskan di kolom sederhana ini beberapa buku yang sangat ku sukai. Barangkali siapa pun yang membaca tulisanku berikut akan ikut suka, sama-sama suka, atau bahkan tidak suka. Aku mulai membaca sedari kecil. Ayahku lah yang terus mendorongku untuk membaca, meski seperti yang kebanyakan orang tau, harga buku sekarang ini tak lagi terjangkau. Bahkan sebuah buku dari penerbit favoritku setara biaya makan dua hari di kost. Saat aku sharing di group whatsapp keluarga mengenai buku-buku yang kubeli bulan September di gramedia Solo, ibuku berkata, "hayo, novelnya dikurangi." Tetapi ayahku hanya bilang "bagus." Begitulah. Kata orang, membaca adalah jendela dunia. Kembali ke topik awal, ini dia beberapa buku koleksiku yang teramat ku suka.
Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik Untuk Bunuh Diri oleh Bernard Batubara
Betapa panjang dan sadis judulnya. Bahkan judulnya saja sadis, apalagi isi novelnya, aku jamin bikin merinding! Dipenuhi dengan surealisme dan metafora, novel yang aku labeli horor ini berupa kumpulan cerita yang beberapa judulnya menggunakan nama hantu urban Indonesia. Dan, meski kisahnya mencekam, Bernard Batubara mampu memberi kesan indah dan membekas di hati. Tapi hati-hati, buku dari 15 judul kisah cinta tak biasa ini bisa jadi akan membuat harimu menjadi sekelam kisah-kisahnya. Oh, terlepas itu ada satu-dua cerita yang tidak terlalu ku suka. Mungkin karena isinya terlalu dewasa atau aliran yang ku rasa tak lazim. Entahlah.


